Nippon Koei Memberikan Dampak dengan Menjadi Sponsor Konferensi Internasional PADSK-SCLI 2025

Tanggal : Sept 2025
JAKARTA - Nippon Koei (NK) bangga telah berpartisipasi sebagai salah satu sponsor Konferensi Internasional PADSK-SCLI pada 7-8 Agustus 2025, di Manhattan Hotel Jakarta. Diselenggarakan oleh Indonesia Institute of Dispute Board for Construction (PADSK) dan Society of Construction Law Indonesia (SCLI) serta didukung oleh Dispute Resolution Board Foundation (DRBF), seluruh peserta menggali wawasan yang tak ternilai dan membangun hubungan yang kuat dengan para ahli ternama di bidangnya masing-masing.
Dengan menekankan fungsi penghindaran sengketa dari Dispute Avoidance and Adjudication Board (DAAB) sebagaimana disorot dalam edisi terbaru FIDIC, konferensi tahun ini mempertemukan para profesional terkemuka dari Indonesia dan internasional, pemberi kerja, konsultan, kontraktor, auditor negara, regulator konstruksi, pengembang swasta, dan akademisi untuk mendiskusikan praktik penyelesaian sengketa saat ini secara global.
Dari pengetahuan yang dibagikan dan diskusi yang berkelanjutan, para pemangku kepentingan terkait menjadi lebih sadar akan pentingnya manajemen proyek kolaboratif untuk mengoptimalkan fungsi penghindaran sengketa dan menerapkan langkah-langkah preventif terhadap klaim yang belum terselesaikan guna mencapai keberhasilan dalam manajemen kontrak dan klaim proyek.

Bagi NK, acara ini menjadi kesempatan utama untuk terhubung dengan para profesional yang memiliki visi serupa dan menunjukkan komitmen kami untuk menghindari sengketa dalam proyek konstruksi. Sebagaimana diterbitkan di Konstruksi Media pada 13 Agustus 2025, Bapak Nicholas Felix, Kepala Perwakilan Jakarta-Indonesia dari Nippon Koei Co., Ltd. menegaskan bahwa sejak didirikan pada tahun 1946, NK telah terlibat dalam proyek-proyek pemerintah, di mana kontrak harus mengikuti standar internasional, dan secara konsisten terus mempromosikan manajemen proyek dan kontrak yang lebih profesional serta transparan.
Selama sesi wawancara dengan Konstruksi Media, Nicholas berbagi wawasan dan pemikirannya. Berikut adalah beberapa poin penting dari beliau dalam wawancara tersebut:
1. Pemerintah dan manajemen proyek harus berupaya mencapai tingkat profesionalisme dan transparansi yang lebih tinggi. Inilah alasan kehadiran dan kontribusi NK pada konferensi ini: untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan standar kontraknya ke tingkat internasional.
2. Beliau menekankan pentingnya menarik investasi asing dan modal swasta untuk menjembatani kesenjangan antara anggaran pemerintah dan kebutuhan infrastruktur nasional. Oleh karena itu, regulasi untuk mendukung arus investasi diharapkan dapat segera siap.
3. Terkait konferensi tersebut, beliau berharap dialog antara auditor BPKP dan BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam manajemen proyek. Beliau menyoroti ketakutan di kalangan pengambil keputusan, yang didorong oleh kekhawatiran akan korupsi, yang menurutnya dapat menghambat kemajuan.
4. Dalam hal teknologi, NK telah mengembangkan pusat Penelitian dan Pengembangan di Jepang dengan fokus pada penerapan Kecerdasan Buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi penelitian dan produk-produknya.
“Kami melihat AI sebagai langkah selanjutnya dalam meningkatkan kapabilitas dan efisiensi sektor teknis serta pengembangan produk.”

Kesuksesan yang luar biasa dan liputan internasional dari konferensi ini memperkuat dedikasi kami untuk mendukung Indonesia dalam membawa standar kontrak ke tingkat internasional serta mengadvokasi pembelajaran, kolaborasi, dan pertumbuhan yang bermakna, yang selaras dengan misi kami untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik melalui teknologi teknik.
Berita Terbaru
Penghargaan JSCE Tahun Anggaran 2024 untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan 3
Baca artikel0%
↑
.png)